Ads 468x60px

Labels

Blogroll

Blogger news

Selasa, 11 September 2012

Sejarah Berdirinya PT. PLN (Persero) AREA PAREPARE KELISTRIKAN PAREPARE DARI MASA KEMASA



 di postingan kali ini saya akan menceritakan tentang sejarah berdirinya PT PLN. PERSERO AREA PARE-PARE mengapa saya menceritakan sejarah pln pare-pare karna saya perna magang di kantor tersebut

Kelistrikan Pada Masa Pendidikan Belanda
              Masyarakat kota Parepare sudah menikmati listrik sejak zaman pendudukan Belanda, yang bermula sejak dibangunnya Pusat Listrik Tenaga Diesel (PLTD) oleh NV MEPB (NV Maschappijtot Exploitatie Van Plaslijke Bedrijven) pada akhir tahun 1930. NV MEPB sendiri, didirikan pada tanggal 19 September 1930 oleh Pemerintah Belanda yang berkantor pusat di Jalan Kenari No. 2 Makasaar.
              NV MEPB membawahi 8 (delapan) unit cabang yang tersebar di daerah, mengelola industri (Pabrik) Es dan usaha kelistrikan. PLTD yang dibangun oleh NV MEPB tersebut berlokasi di Ujung Sabbang Parepare (Lokasi kantor Ranting Mattirotasi), dengan mesin diesel MAN berkapasitas daya terpasang 5 x 90 kw, untuk kebutuhan tenaga pabrik es dan penerangan bagi masyarakat sekitarnya. Untuk melayani kebutuhan pelanggan yang semula berjumlah 75 pelanggan digunakan jaringn distribusi bertiang kayu dengan tegangan 127/220 Volt. Sehubungan dengan permintaan masyarakat akan tenaga listrik, dan pertambahan pelanggan listrik kota Parepare, serta untuk memasok tenaga listrik ke kota Pinrang dan bagi pembangunan PLTA Sawitto, maka daya terpasang PLTD Ujung Sabbang Parepare ditingkatkan. Penyaluran tenaga listrik dari PLTD Ujung Sabbang Parepare ke kota Pinrang dan Sawitto, menggunakan konstruksi tiang kayu besi dengan tegangan 15.000 Volt.   

Kelistrikan Pada Masa Pendudukan Jepang
           Pada tahun 1942 sampai dengan tahun 1945, NV MEPB diambil alih pengelolannya oleh pemerintah Jepang dan namanya dirubah menjadi NHKK (Nippon Hatsusoden Kabusiki Kaisha). Selama pemerintahan Jepang menguasai kelistrikan di Parepare, tidak terdapat penambahan kapasitas pembangkit, baik untuk kebutuhan industri es, maupun untuk kebutuhan penerangan bagi masyarakat.

Kelistrikan Pasca Proklamasi 1945
              Setelah Proklamasi kemerdekaan RI tahun 1945. NHKK diambil alih kembali oelh pemerintahan Belanda dan Namanya diganti menjadi NV MPS, yang selanjutnya setelah penyerahan kedaulatan secara penuh NV MPS dirasionalisasi dan diserahkan kepada pemerintah Indonesia dan namanya berubah menjadi PT. MPS (Perseroan terbatas Maskapai Perusahaan Setempat)

Sistem Penyaluran/Distribusi
              Sistem penyaluran tenaga listrik yang disuplai dan PLTD Soreang Parepare dengan tegangan 6000 Volt dan dari PLTD Sawitto Pinrang dengan tegangan 15000 Volt menggunakan tiang konstruksi kayu besi 2 jalur melalui gardu hubung Ujung Sabbang Parepare. Gardu Hubung Ujung Sabbang, tenaga listrik didistribusikan dalam kota Parepare dengan tegangan 6000 Volt dan 15000 Volt menggunakan kabel tanah, sedangkan untuk daerah selatan kota, dengan saluran udara berketegangan 3000 Volt.

Penggolongan Jenis Tarif
Penggolongan jenis tarif listrik bagi pelanggan listrik pada saat itu adalah :
       1.  Tarif Abonomen (A)
            Daya 45 s.d 150 VA, peruntukannya pelanggan Rumah Tangga
       2.  Tarif Sosial (A1)
            Daya 45 s.d 150 VA, peruntukannya Rumah Sakit, Rumah Ibadah dan Sekolah.
       3.  Tarif Meter (M)
            Untuk kebutuhan usaha, industri dan rumah tangga dengan daya tersambung 200 VA keatas,
            tarif meter ini terbagi atas 2 jenis yaitu :
·         Tarif Meter dengan pembatas
·         Tarif meter tanpa pembatas

Perkembangan Pasca 1960
            Pada tahun 1961, PT MPS dialihkan pengelolaannya kepada daerah tingkat sehingga Badan Hukumnya dirubah menjadi PD MPS (Perusahaan Daerah Maskapai Perusahaan Setempat). Pada tahun 1965 sesuai tuntutan unit-unit cabang dan kondisi saat itu, PD MPS dirubah menjadi PD PLSS (Perusahaan Daerah Perusahaan Listrik Sulawesi Selatan) yang bidang usahanya khusus kelistrikan. Pada tahun 1967, PD PLSS membentuk unit-unit cabang di masing-masing daerah tingkat II, dan kelistrikan di Parepare di serahkan pengelolaannya kepada PT MPS yang merupakan salah satu unit-unit usaha PD PLSS dengan wilayah kerja meliputi Kotamadya Parepare, Kabupaten Barru, Kabupaten Pinrang, Kabupaten Polmas, Kabupaten Majene, Kabupaten Sidrap, Kabupeten Enrekang, Kabupaten Tanatoraja, Kabupaten Luwu dan Kabupaten Bone.

Periode Perum Listrik Negara (PLN)
            Pada tanggal 1 April 1977, PD MPS dilikwidasi dan usaha kelistrikan si Sulselra dialihkan sepenuhnya kepada Perum Listrik Negara (PLN) wilayah VIII yang merupakan satu-satunya BUMN yang usahanya bidang kelistrikan. Parepare menjadi unit cabang PLN yang membawahi beberapa unit ranting dengan jumlah pelanggan sebanyak 9000 pelanggan.

Reorganisasi PLN Cabang Parepare
            Pada tanggal 1 April 1980, dibentuk cabang Pinrang yang wilayah kerjanya meliputi Kab. Pinrang, Kab. Polmas, Kab. Majene dan Kab. Mamuju. Kelistrikan Kab. Luwu yang tadinya merupakan unit dari cabang Watampone, administrasinya menjadi bagian dari cabang Parepare. Pada tanggal 1 April 1983, dibentuk lagi PLN Cabang Palopo yang wilayah kerjanya meliputi Kab. Luwu dan Kab. Tana Toraja, sehingga wilayah kerja yang dikelola PLN Cabang Parepare meliputi Kotamadya Parepare, Kab. Barru, Kab. Sidrap dan Kab. Enrekang.

Periode Perseroan Terbatas
            Berdasarkan keputusan Presiden, dan Anggaran dasar PT PLN (Persero). Akte Notaris Soetjipto, SH No. 169 tanggal 30 Juli 1994, Perum Listrik Negara dilikwidasi menjadii Persero, dan kelistrikan di parepare statusnya tetap sebagai kantor cabang namanya menjadi PT PLN (Persero) wilayah Sulselrabar  Area Parepere.    


1 komentar:

Choi Jiin mengatakan...

bisa bertanya, apakah ini ada arsipnya dan kapan di bangunya.??

Posting Komentar